Blog dan tulisan seorang ibu

Sharing is Caring

Indahnya Pelangi

Published last year in Life - 0 Comments

Seorang teman membuat status yang bagus. Sebenarnya itu status temannya, dan teman saya hanya ikut share di salah satu media sosial miliknya. Kenapa bagus? Karena menarik. Kok bisa menarik? Karena mereka mengangkat salah satu isu yang menyedot perhatian banyak orang. Tidak baru sekarang tapi sudah dari dulu. Apakah itu? Perbedaan agama.
Bicara menyangkut agama, saya rada nggak suka. Bicara tentang agama yang saya anu mungkin masih maulah. Tergantung siapa teman bicara dan dalam konteks apa. Bicara menyangkut agama yang tidak saya anut, saya lebih memilih mundur teratur. Apa sebab? Nggak sulit dijawab, karena saya tidak memahami, mempelajari, dan mengetahui agama yang bersangkutan. Hanya itu? Tidak. Agama itu hal yang bersifat personal. Tidak bisa diperdebatkan, dipertanyakan, dibandingkan, dipilih mana benar mana salah, dipertentangkan satu dengan yang lainnya, apalagi dihakimi. Agama hanya antara yang meyakini dengan yang diyakini. Imbasnya baru akan terasa antara si penganut dengan orang lain.
Benarkah agama membuat perbedaan? Ini sulit untuk dijawab. Karena pendapat setiap orang juga tentu berbeda. Bagi saya, agama yang satu tentu berbeda dengan yang lain. Tapi tidak memberi hak pada seorang penganut untuk menempatkan posisi lebih benar dari penganut agama lainnya. Oke, kembali lagi ke status temannya teman saya itu tadi. Disitu mereka mengunggah video misa pemberkatan jenazah disebuah gereja Katolik. Saat itu seorang sahabat baik dari almarhumah memberikan penghormatan terakhirnya dengan menyanyikan lagu Ave Maria. Apa yang menarik? Suaranya yang indah? Wajahnya yang cantik? Bukan. Ia adalah seorang muslimah dan menggunakan jilbab! Waw! Jujur, saya belum pernah melihat hal seperti ini. Seorang muslimah masuk dan bernyanyi dalam sebuah gereja, lagu Ave Maria. Aneh? Tidak. Karena memang sudah seharusnya seperti itu. Ia tidak menjadikan agama sebagai penghalang untuk memberi penghormatan terakhirnya pada sahabat baiknya. Baikkah perbuatannya? Bagi saya baik, bukan karena saya seorang Katolik. Tapi saya pun akan melakukan hal yang sama seperti dirinya. Berdosakah? Saya tidak tahu. Bagi saya, hanya Tuhan yang tahu berdosa tidaknya tindakan seseorang. Walau mungkin saat ini banyak orang yang lebih dahulu mengambil peran Tuhan dalam mengatasnamakan agama.
Saya hanya terharu menonton video tersebut. Indahnya keberagaman jika tak dijadikan pembeda. Toh perbedaan tidak harus selalu berujung menjadi sama. Pelangi tak hanya terdiri dari satu warna saja kan? Justru itu yang membuatnya indah. Ada danau indah di daerah tempat saya berasal. Danau tiga warna, danau Kelimutu. Dan warnanya senantiasa berubah dalam kurun waktu tidak tentu. Apakah indah? Pastinya. Terbukti begitu banyak wisatawan domestik dan mancanegara yang datang dan terkagum-kagum. Itulah perbedaan, bukan sebagai alasan pembenaran kita melakukan pemaksaan kehendak, tapi wadah kita mengingat dan mengucap syukur akan kemuliaan Tuhan. Sulit? Mungkin saja. Tapi ingat, kita tinggal di negara yang terdiri dari banyak perbedaan. Mari ajarkan anak-anak penerus bangsa menghargai perbedaan, menuju hidup yang lebih indah. Selamat malam, selamat istirahat.