Blog dan tulisan seorang ibu

Sharing is Caring

Anak Perempuanku

Published last year in Family - 0 Comments

Anak perempuanku lahir prematur. Perjuangan untuk mendapatkannya tidak bisa dikategorikan gampang. Tapi saya tetap merasa beruntung dan diberkati. Masing-masing ibu memang diberi berkat secara berbeda. Ada yang dengan mudah menjalani kehamilan, tanpa gangguan morning sick sama sekali, makan apa aja masuk, aktifitas normal lancar jaya, giliran tiba hari H tinggal ngeden dan brojolah si jabang bayi. Beryukurlah untuk itu. Saya tidak termasuk kategori itu. Tiga kali hamil semuanya tidak mudah. Mual muntah berkepanjangan, pernah keguguran, semuanya lahir secara cesar, dan mengalami eklampsia sehingga harus merasakan ICU. Saya pun sangat bersyukur untuk semua itu.

Anak perempuanku adalah anak ketiga. Selain belum cukup bulan, ia juga belum cukup berat badannya. Setelah diusahakan agar tidak lahir terlalu cepat, toh ia tetap memaksa ingin melihat dunia. Jadilah kami dengan gembira menyambut kedatangannya walau hanya boleh melihatnya dari kaca inkubator. Sejak di dalam rahim, berat badannya cenderung kurang. Entahlah. Saya tidak yakin saya kurang gizi. Obat penambah nafsu makan tidak mempan. Saat boleh menggendong, kudekap tubuh kurusnya penuh sayang. Ia keriput karena kurang lemak. Ia mudah kedinginan dan rentan. Dokter menawarkan untuk menambah asupan susu formula tapi saya bersikeras untuk hanya menggunakan ASI.

Anak perempuanku bernama Ester. Pertama kali memandikannya, semua orang disekitarku seperti tak tega melihat kami. Beberapa orang bahkan tak berani menggendongnya. Tapi aku tahu ia akan tumbuh menjadi anak cantik, bijaksana, kuat, tangguh dan pantang menyerah. Karena itulah kami menamai dia Ester. Seperti ratu Ester dalam kisah Perjanjian Lama. Cantik, mempesona dengan kebijaksanaan dan keanggunannya. Ia kuat dan berani walau seorang wanita. Semua doa terbaik kami berikan untuknya. Sang kakak bahkan begitu sangat menyayanginya.

Anak perempuanku sekarang berusia dua tahun. Doa kami terkabul, kami sungguh sangat diberkati. Ester tumbuh sempurna. Ia bahkan lebih cerdas dan aktif dibandingkan anak seusianya walaupun mereka lahir cukup bulan. Ia sudah berbicara dengan sangat jelas lebih dari empat kata dalam satu kalimat saat usianya belum dua tahun. Ia tanggap dengan lingkungan sekitar. Saat mendengar atau melihat saya kesakitan karena terantuk dan sebagainya, ia langsung menunjukkan empatinya. Kami sungguh diberkati.

Anak perempuanku sangat kusayangi. Walau sudah berusia dua tahun, bukan berarti ia telah terbebas dengan masalah berat badan. Ia tetap saja kurus. Bahkan selalu saja dokter menyarankan untuk menambah porsi makannya. Saya hanya tersenyum. Ia sama sekali tak punya masalah makan. Ia makan minimal tiga kali sehari. Memang dengan porsi yang tak bisa langsung banyak sekali makan. Ia makan sedikit demi sedikit. Saya memang harus telaten mengajaknya makan. Menu makannya juga sangat variatif. Tapi setiap hari selalu saja ada yang berkomentar bahwa Ester cantik, sayangnya kurus. Saya hanya tersenyum.

Anak perempuanku sehat. Kurus belum tentu berpenyakit. Saya tidak tahu kenapa anak saya kurus dibandingkan anak lain seusianya. Ia hanya lebih tinggi tapi mereka lebih lebar. Dan itu sama sekali tidak membuat kami khawatir dengan kondisinya. Sebagai anak yang lahir prematur, ia jarang sekali sakit dan perkembangannya sempurna. Saya berani mengatakannya karena saya mengasuhnya sendiri tanpa bantuan siapapun. Saya betul-betul mengenalnya.

Anak perempuanku, terus tumbuhlah dengan sempurna. Jadilah kebanggaan kami dan semua orang. Kau hadir dengan segala kesulitan berarti kau dipersiapkan untuk menjadi berkat yang luar biasa bagi semua orang. Ada rencana indah yang telah dirajut Sang Juru Selamat untuk masa depanmu. Yakinlah, masa depanmu adalah masa depan penuh harapan. Karena kau hadir diantara kami yang amat sangat mencintaimu. Kau bijaksana, kau cantik, kau anggun dalam bertutur dan bersikap, kau cerdas dan sehat sepanjang umurmu, kau disayang dan selalu menyayangi kami. Berkat Tuhan disetiap langah kakimu sampai keujung bumi. Kami akan selalu menyayangimu sampai kapanpun.