Blog dan tulisan seorang ibu

Sharing is Caring

Aphelion vs Distribusi Panas

Published 10 months ago in Umum - 0 Comments

Cuaca beberapa hari ini memang dingin banget. Apalagi malam hari. Saya dan anak-anak yang memang penggemar AC, beberapa hari ini tak meliriknya sama sekali. Siang aja udah dingin, apalagi malam. Awalnya saya pikir cuma di Jogja aja. Ternyata berlaku diseluruh dunia. Ada apakah gerangan?

Saat ini bumi sedang berada di titik Aphelion. Apa itu? Bumi mengelilingi matahari dalam sebuah orbit berbentuk elips. Nah, kalau bentuknya elips otomatis ada titik terdekat dan titik terjauh bumi dari matahari. Saat dimana bumi mencapai jarak terdekatnya dengan matahari disebut Perihelion, dan suhu otomatis menjadi lebih panas. Sebaliknya, saat dimana bumi mencapai jarak terjauhnya dari matahari disebut Aphelion, mengakibatkan suhu menjadi lebih dingin.

Saat ini, bumi berada pada jarak yang jauh dari matahari. Dan hari ini, tanggal 6 Juli 2018, bumi mencapai titik terjauh dari matahari dalam orbitnya. Malam ini pukul 23.48 wib, bumi berada pada titik aphelion.
Malam ini akan menjadi malam yang lebih dingin dari mala-malam sebelumnya. Katanya sih gituuuu.

Yang menjadi pertanyaan, bener nggak sih suhu dingin di Indonesia memang dikarenakan fenomena aphelion? Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin, malah memberikan pernyataan berbeda. Menurut beliau hal itu sama sekali tidak benar. Tidak ada kaitan antara suhu dingin di negara kita dengan fenomena tersebut.

“Angin bertiup selatan ke utara. Pada saat kemarau ini, khususnya Jawa, angin bertiup dari Tenggara, Australia, sedang musim dingin. Sehingga, wilayah Jawa akan terasa lebih dingin dari rata-rata,” terang Thomas.
Melihat pada data temperatur, pada saat kemarau ini, suhu memang relatif paling dingin. Efek pendinginan datang dari wilayah Australia. “Jadi, kondisi dingin pada saat ini, beberapa wilayah di Jawa, tidak ada kaitan dengan Aphelion,” tuturnya.

“Itu siklus yang rutin terjadi, sedangkan suhu permukaan, itu disebabkan karena distribusi panas di permukaan Bumi,” kata Thomas kepada Okezone, Jumat (6/7/2018).

Nah, sampai disini saya pun bingung. Mana yang benar, saya pun tak tahu. Yang pasti, udara memang dingin banget. Karena itu pastikan saja selalu ada selimut tebal dlm kamar tidur. Yang punya bayi dan anak kecil maupun lansia, harus diberi perhatian lebih. Karena mereka lebih rentan terkena dampak dari cuaca ekstrim seperti saat ini. Bagaimana pun juga tindakan preventif akan jauh lebih baik. Mencegah lebih baik dari pada mengobati.
Selamat malam, selamat istirahat.

Maggie Ajie, Yogyakarta 6 Juli 2018