Blog dan tulisan seorang ibu

Sharing is Caring

Keringat Vs Latihan Otot

Published last year in Health - 0 Comments

pixabay.com

Menurut anda, olahraga tu penting nggak? Pasti hampir semua menjawab penting. Suka olah raga nggak? Sebagian dari yang jawab penting tadi mungkin akan menjawab suka. Sering olah raga nggak? Nah, ini saya berani jamin hanya sebagian kecil saja yang jawab suka tadi sekarang akan menjawab sering. Heheheh. Ini nih yang bikin produk-produk pelangsing laris manis.
Mungkin semua orang sudah tahu kalau olah raga punya segudang manfaat. Menjaga kebugaran, meningkatkan kinerja otak dengan suplai oksigen yang maksimal, meningkatkan kadar Hb dalam darah, serta meghindarkan tubuh dari gangguan berbagai penyakit. Olah raga bikin kurus nggak? Hhhmmm.. Jujur saja banyak orang masih punya paradigma bahwa olah raga berbanding lurus dengan berat badan. Berat badan yang baik adalah yang proporsional dengan tinggi badan. Nggak perlu kurus banget kayak orang kurang gizi, toh anda bukan peragawati yang umumnya cungkring. Yang penting seimbang aja. Nah, olah raga tidak bertujuan utama untuk menurunkan berat badan melainkan meningkatkan masa otot.
Mungkin nggak orang dengan berat 60kg terlihat lebih langsing dari orang dengan berat 50kg? Mungkin aja! Jika yang 60 kg itu adalah berat tubuh dengan prosentase otot lebih banyak dan yang 50 kg adalah berat tubuh dengan prosentase lemak lebih banyak. Tentu saja yang lebih bagus adalah memiliki tubuh dengan lebih banyak prosentase otot dari pada lemak. Gimana sih cara mengurangi lemak dan memperbanyak otot? Hanya ada satu cara. Olah raga!
Saya penyuka olah raga dan sering olah raga. Tubuh saya memang langsing cenderung kurus. Tapi saya sadar prosentase lemak dalam tubuh saya masih lebih banyak dari otot. Kok bisa? Kan katanya sering olah raga. Betul, saya sering dan rutin olah raga. Seminggu tiga kali. Tapi yang saya lakukan dalam olah raga masih belum tepat. Saya seperti orang lain pada umumnya. Saya berpikir bahwa olahraga identik dengan mencari keringat. Semakin banyak keringat yang mengucur ada semacam rasa puas dan senang. Ada rasa tenang yang timbul melihat bulir-bulir keringat itu mengalir dikulit sambil berpikir, “wah, aku udah sehat banget nih!”
Jika benar olah raga identik dengan keringat, apa yang membedakannya dengan berkeringat di sauna, keringat di cuaca yang panas, berkeringat saat merasa cemas atau saat menikmati makanan pedas. Disini kita nggak itung-itungan kalori yang keluar masuk. Kita cuma ngomongin keringat dan otot saja. Kalo cuma cari keringat, nggak perlu repot olah raga. Cukup duduk diam dalam kamar sempit di cuaca panas saat listrik padam nggak bisa nyalain AC. Kepanasan pastinya, dan dijamin berkeringat! Hahahaha.
Jika saya bandingkan, saat melakukan aerobic dalam ruang tertutup tanpa AC dengan lari keliling lapangan maka aerobic yang akan mendatangkan limpah keringat. Bukan aerobic nya yang salah. Saya rasa mungkin saya kurang tepat dan sungguh-sungguh dalam melakukan setiap gerakannya. Mungkin aja lho. Tapi saat lari keliling lapangan, sesekali diselingi jalan cepat karena nafas yang tersengal-sengal, saya rasakan tubuh saya lebih “kencang”. Tidak lembek seperti sebelum rutin berlari. Stamina pun jauh lebih terjaga, tidak mengantuk bahkan kecapean sehabis olah raga. Dan luar biasanya lagi, saya jogging saat sedang berpuasa. Terdengar mustahil tapi sungguh terjadi.
Sejatinya berolahraga bukanlah untuk mencari keringat. Berolahraga adalah untuk melatih otot, agar kebugaran tubuh tetap terjaga. Prosentase otot yang lebih banyak dari lemak akan memastikan tubuh jauh lebih sehat dan jauh dari penyakit. Terjawab sudah, mengapa orang kurus belum tentu sehat kan? Ya iyalah, kurus tapi banyak lemak atau sudah lebih banyak otot? Kalau kurus tapi masih lebih banyak lemak, bersiaplah untuk memanen penyakit. Perlu kita ingat juga, olah raga bukan satu-satunya hal yang menjamin tubuh sehat. Karena tubuh manusia sangatlah kompleks, banyak hal yang menunjang tubuh sehat. Olah raga, pola hidup sehat, dan yang tak kalah penting adalah hati yang selalu gembira. Hati yang gembira adalah obat! Hidup cuma sekali, bergembiralah senantiasa. Selamat istirahat, semoga besok pagi bangun dengan tubuh sehat dan hati yang penuh suka cita!