Blog dan tulisan seorang ibu

Sharing is Caring

Tips Ampuh Atasi Amukan Anak Di Tempat Umum

Published last year in Life - 0 Comments

pixabay.com

Saat berada di pusat perbelanjaan yang ramai, anak memaksa dibelikan mainan. Perlahan anda berusaha membujuknya karena dirumah ia sudah punya tiga buah mainan yang persis sama. Alih-alih menjadi tenang, anak malah menangis dan berteriak membantah. Apa yang anda rasakan? Bisa jadi malu dan bingung.

Balita sejak usia satu setengah tahun biasanya sudah mulai menyadari bahwa dirinya memiliki kehendak dan keinginan sendiri. Keterbatasannya dalam menyampaikan keinginannya itulah yang membuatnya cenderung bingung. Bingungnya balita biasanya kemudian ia salurkan dalam bentuk tangisan, jeritan, amukan bahkan mungkin pukulan. Tugas orang tua adalah membantu anak menyampaikan perasaannya dengan cara yang benar.

Saat buah hati menangis ataupun berteriak bahkan mengamuk ditempat umum, percayalah hampir semua orang tua pernah mengalaminya. Anda tidak sendirian. Langkah yang anda ambil untuk mengatasinya menentukan apakah kebiasaannya itu akan berlanjut atau tidak. Berikut beberapa tips ampuh yang dapat membantu anda mengatasi kebiasaan anak mengamuk ditempat umum.

  1. Bersikap Tenang

Anda memang berada di tempat umum yang ramai. Kemungkinan besar suara si kecil yang melengking menarik perhatian banyak orang. Yang harus anda ingat, fokuslah pada anak bukan pada pendapat orang lain disekitar anda saat itu. Berusahalah tenang dan tidak ikut panik. Anak lebih cepat membaca sikap tubuh dari pada ucapan anda. Sikap tenang membuat anda dapat berpikir jernih dan berbicara padanya dengan intonasi suara yang baik. Rasa tenang juga membuat anda tidak akan bertindak keliru yang justru akan membuat anak semakin histeris.

  1. Beri Kontak Fisik Yang Nyaman

Ambil sikap tubuh lebih rendah agar tinggi badan anda setara dengan anak. Dengan wajah saling berhadapan dengan anak membuat anda mudah menatap langsung matanya saat berbicara. Anda bisa berlutut atau berjongkok dihadapannya. Mata memang jendela jiwa. Isyaratkan melalui pandangan mata bahwa walaupun tenang anda tegas. Peluklah tubuh mungilnya jika memang dirasa perlu. Biarkan ia menangis dalam pelukan anda sambil tepuk lembut punggungnya. Setelah ia lebih tenang, pegang tangannya dan mulailah berbicara perlahan.

  1. Buat Kesepakatan “Win-Win Solution”

Walaupun ia masih balita bukan berarti ia tak bisa bekerja sama. Komunikasilah kuncinya. Katakan bahwa anda tidak suka ia bersikap seperti itu. Katakan juga alasannya karena anak akan mudah memahami mengapa ia tidak boleh melakukan sesuatu jika ada alasan yang dapat ia terima. Tanyakan juga bagaimana ia ingin diperlakukan saat menghendaki sesuatu. Jelaskan pada anak tidak semua keinginannya harus anda penuhi karena anda tahu apa yang terbaik untuknya. Ajarilah ia untuk menabung terlebih dahulu jika ingin membeli sesuatu. Hal ini akan menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam dirinya. Jika proses ini tidak mampu anda lakukan dibawah puluhan pasang mata, ajaklah anak berbicara di tempat sepi atau tempat yang lebih nyaman.

  1. Konsisten Pada Kesepakatan

Bagaimanapun anak itu cerdas, termasuk anak anda. Walaupun sudah ada kesepakatan win-win solution bukan berarti masalah selesai. Tak jarang anak akan mencari celah untuk “memaksa” anda memenuhi keinginannya. Saat inilah anda harus konsisten dan mengajaknya kembali pada kesepakatan awal. Bujuk rayunya bisa jadi dapat menggoyahkan anda. Jika saat itu datang, ingatlah bahwa sekali anda tidak konsisten ia akan kembali lagi pada kebiasaan lamanya.

 

Anak sangat mudah menyerap informasi dari sekitarnya. Tidak hanya dari apa yang ia dengar tapi juga apa yang ia lihat. Sebagai orang-orang terdekatnya, pastikan kita memberikan informasi yang baik dan berguna bagi tumbuh kembangnya. Jaga bicara dan sikap kita agar hanya hal-hal baiklah yang ia serap. Anak juga peniru ulung. Mari berperan sebagai orang tua yang memberi teladan yang baik bagi buah hati tercinta.

 

Oleh Maggie Ajie